Gaspolchanel.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menginstruksikan agar segera menarik dan memusnahkan dari lapangan jajanan, Latiao.
Hal ini dilakukan menyusul adanya laporan tentang keracunan jajanan asal China tersebut muncul dari sejumlah wilayah di Indonesia.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menyebut, pihaknya menerima laporan tentang kejadian luar biasa keracunan pangan (KLBKP) di Lampung, Sukabumi, Wonosobo, Tangerang Selatan, Bandung Barat, Pamekasan, dan Riau.
BPOM pun segera melakukan uji lab dengan hasil makanan Latiao mengandung bakteri bacillus cereus, selain mengantisipasi munculnya bakteri lain seperti almonella, juga jamur atau fungi.
"Dan ini bisa berdampak pada sistem syaraf, bisa berdampak pada sistem metabolisme kita yang disebut dengan hepatic system failure," katanya seperti yang dilansir dari berbagai sumber.
BPOM juga memeriksa sedikitnya 76.420 latiao dan memusnahkan 49 latiao yang disita karena kedaluwarsa atau tidak ada izin edar.
Temuan itu didapat dari 341 lokasi yang terdiri dari 214 ritel atau toko, 27 distributor, 100 kantin dan warung di area sekolah.
Temuan lain, dari 73 produk latiao yang teregistrasi, sebanyak empat terbukti mengandung bakteri.
Pihaknya pun kini telah menarik sementara 73 produk Latiao yang telah terdaftar di BPOM. Kebijakan ini diambil hingga keamanan Latiao bisa dipastikan dengan baik.
BPOM telah menginstruksikan agar produk Latiao yang menyebabkan KLB dari data di lapangan untuk ditarik dan dimusnahkan.
"Kami meminta importir untuk segera melaporkan proses penarikan dan pemusnahan ke BPOM dan kami akan terus memantau kepatuhan mereka," bebernya.
Latiao sendiri adalah panganan impor asal China dengan bahan dasar tepung, tekstur kenyal dan memiliki rasa pedas serta gurih.
Sejumlah gejala, seperti sakit perut, pusing, mual, dan muntah dialami mereka yang keracunan Latiao.***