Kebakaran di Tambakromo Hanguskan Pom Mini dan Toko, Satu Korban Luka Bakar, Kerugian Capai Rp 500 Juta

Gaspolchanel.com – Kebakaran hebat melanda sebuah pom mini dan toko di Desa Maitan, RT 01 RW 01, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, pada Minggu 3 Februari 2025.

Insiden yang diduga disebabkan oleh korsleting listrik ini mengakibatkan kerugian material, dan menyebabkan satu orang pemilik rumah mengalami luka bakar.

Menurut Kasatpol PP Pati, Sugiyono, yang disampaikan melalui Kasi Damkar, Wahyu Widiatmoko, laporan kebakaran pertama kali diterima oleh Pos Damkar pada pukul 08.20 WIB.

Dua armada pemadam kebakaran dari Pos Kayen dan Pos Juwana segera diterjunkan ke lokasi kejadian.

"Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan dua unit mobil pemadam ke lokasi. Api cukup besar karena membakar pom mini dan toko yang memiliki banyak bahan mudah terbakar," ujar Wahyu Widiatmoko.

Sebanyak 6 anggota Damkar, dibantu oleh personel TNI, Polri, dan warga sekitar, berupaya memadamkan api.

Setelah lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam pada pukul 09.30 WIB.

Menurut Soyo, salah satu keluarga korban, pemilik rumah mengalami luka bakar saat berusaha menyelamatkan barang dagangannya. 

Namun, karena kobaran api yang sudah terlalu besar, korban akhirnya mengalami luka bakar dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian akibat kebakaran ini terbilang besar, yakni mencapai Rp 500 juta. 

Sugiyono, melalui Kasi Damkar, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam penggunaan listrik.

"Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu memeriksa instalasi listrik secara berkala dan tidak membebani daya listrik secara berlebihan agar kejadian seperti ini tidak terulang," kata Wahyu Widiatmoko.

Warga juga diharapkan lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di tempat usaha dan permukiman padat penduduk. 

Selain itu, penting bagi masyarakat untuk memiliki peralatan proteksi kebakaran yang memadai guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang(ek).***

Reporter : Eko Kuswanto
Editor : Hermas Krisnawantyo

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama