Gaspolchanel.com – Demi menciptakan suasana aman dan nyaman selama bulan Ramadan, Polresta Pati menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) selama 20 hari. Operasi ini menargetkan berbagai kasus, seperti premanisme, petasan ilegal, perjudian, peredaran minuman keras (miras), hingga tindak asusila.
Dalam konferensi pers di Aula Sarja Arya Racana Polresta Pati pada Senin (17/3/2025), Wakapolresta Pati, AKBP Dandy Ario Yustiawan, memaparkan hasil operasi yang telah dilakukan sejak 1 hingga 16 Maret 2025.
Ratusan Kasus Terungkap
Selama operasi, Polresta Pati berhasil mengungkap berbagai kasus, termasuk:
1. Premanisme Oknum Ormas
Hingga saat ini belum ditemukan kasus pemerasan oleh oknum organisasi kemasyarakatan (ormas). Namun, polisi terus melakukan pemantauan dan pendekatan preventif dengan memberikan imbauan kepada ormas yang ada di Pati.
2. Petasan Ilegal
Lima kasus dengan lima tersangka berhasil diungkap.
Barang bukti yang disita antara lain bahan peledak petasan seberat 4 kg, 503.414 petasan isi, 40 selongsong petasan, dan satu sumbu petasan.
3. Perjudian
Lima kasus dengan enam tersangka berhasil diamankan.
Jenis perjudian yang ditemukan meliputi togel dan kartu remi.
Barang bukti berupa uang tunai Rp 1.991.000, empat lembar rekapan nomor togel, satu pak kartu remi, dan tiga unit ponsel.
4. Premanisme Umum
Sebanyak 372 kasus terungkap, dengan rincian 367 kasus parkir liar dan lima kasus perkelahian.
Polisi menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 6.638.000, delapan celurit, dan tujuh senjata tajam lainnya.
5. Peredaran Miras
Sebanyak 246 kasus dengan 246 penjual miras berhasil diungkap.
Barang bukti yang diamankan meliputi 1.607 botol miras pabrikan, 1.683 liter miras oplosan, dan 1.349 botol miras oplosan dalam kemasan.
6. Tindak Asusila
Sebanyak 12 kasus perzinahan dengan 12 pelaku serta 63 kasus pekerja seks komersial dengan 63 pelaku berhasil terjaring dalam razia.
Barang bukti yang diamankan berupa 75 lembar KTP.
Operasi Masih Berlanjut
Wakapolresta Pati, AKBP Dandy Ario Yustiawan, menegaskan bahwa operasi ini masih akan berlangsung hingga empat hari ke depan. "Kami akan terus menggencarkan operasi ini untuk memberantas penyakit masyarakat dan menjaga ketertiban selama bulan Ramadan," ujarnya.
Dengan operasi ini, diharapkan masyarakat Pati dapat menjalankan ibadah dengan lebih aman dan nyaman tanpa gangguan dari berbagai bentuk tindak kriminal dan pelanggaran hukum. (ek). ***
Reporter : Eko